• Vegeta Nugget adalah Nugget Sayuran Non MSG, Tanpa Pewarna dan Tanpa Pengenyal.
  • Vegeta Nugget adalah Nugget Sayuran Non MSG, Tanpa Pewarna dan Tanpa Pengenyal.
  • Vegeta Nugget adalah Nugget Sayuran Non MSG, Tanpa Pewarna dan Tanpa Pengenyal.

selamat idul fitri









Sunset ramadhan beranjak pergi
Berganti fajar syawal di pagi hari
Membawa cahaya kedamaian di penghujung ramadhan
Menebar berkah di hari kemenangan
Met Idul Fitri
Mohon maaf lahir & bathin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Tak sempat ku berjabat
Tak sempat ku menatap
Tak bisa ku berucap
Tak bisa ku berkata hanya keluh hati trus menatap meminta maaf atas 1000 khilaf...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal ‘Aidhin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan bathin
Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT....
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kedewasaan bukan berarti hidup tanpa kesalahan
Kecerdasan bukan berarti hidup tanpa khilaf
Dengan segala kerendahan hati
Ku tundukkan kepala tuk memohon maaf
Minal aidin wal faidzin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan ia keruh
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan ia mendung.
Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan iman….
Met hari raya idul fitri
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Bila ada kata terselip dusta
Ada sikap membekas lara,dan langkah menoreh luka,semoga msh ada maaf tersisa
Taqobalallahu Minna Wa Minkum,Minal Aidin Wal Faidzinn...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


MATA kadang salah melihat
MULUT kadang salah mengucap
HATI kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas
Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih
Indahnya kemenangan hakiki,
Selamat Hari Raya Iedul Fitri...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Andai jemari tak sempat berjabat
Jika raga tak bisa bersua
Bila ada kata membekas luka
Semoga pintu maaf masih terbuka
Selamat Hari Raya Idul Fitri....
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di hari nan fitri
SMS ini hadir pengganti diri
Ulurkan tangan silaturahmi
Selamat Hari Raya Idul Fitri...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf
Selamat Idul Fitri
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Terselip khilaf dalam candaku
Tergores luka dalam tawaku
Terbelit pilu dalam tingkahku
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba
Moga segala dosa & kesalahan kita terampuni
Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Masih ada harapan untuk perubahan
Masih ada cinta untuk pengabdian
Masih ada asa untuk berkarya
Mari bangun bersama peradaban islam nan gemilang
Mulai lagi di hari nan fitri, diawali dengan maaf dan ikhlas
Mohon Maaf jika ada kata2 & sikap yang kurang berkenan dihati
Atas segala khilaf
Mari bersama bangun peradaban Islam nan mulia
Minal aidzin wal faidzin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Esok adalah harapan
Sekarang adalah kenyataan
Kemarin adalah kenangan, yang tak luput dari khilaf dan kesalahan
Ketika tangan tak mampu berjabat, kaki tak dapat melangkah
Hanya hati yang mampu berbisik
"Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin"
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::



Ijinkan saya bersajak
Untuk LISAN yang tak terJAGA
Untuk JANJI yang terABAIKAN
Untuk HATI yang berPRASANGKA
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
Semoga ALLAH selalu membimbing kita
Bersama di jalanNYA. Amin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Mawar berseri dipagi hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, kecuali saling maaf jalin ukhuwah & kasih sayang raih
Indahnya kemenangan hakiki,
Selamat Hari Raya Iedul Fitri
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


MATA kadang salah melihat
MULUT kadang salah mengucap
HATI kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas
Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Beningkan hati dengan dzikir
Cerahkan jiwa dengan cinta
Lalui hr dengan senyum
Tetapkan langkah dengan syukur
Sucikan hati dengan permohonan maaf
Met Hari Raya Idul Fitri
Taqobbalallahu Minna Wa Minkum
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Hari demi hari telah di rasakn,,
Minggu demi minggu telah terlewati,,
Bulan demi bulan telah di lalui,,
Tahun demi tahun telah berganti.
Seiring berjalannya waktu,,
Segalanya biaa terjadi.
Mungkin di jalan itu pernah terjadi ke khilafan ato kesalahan.
Namun tak ada salahnya kita saling memaafkan di hari yang fitri ini,,
Minal aidin wal faidzin,, mohon maaf lahir bathin.
Met hari raya idul fitri...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
Tulusnya jiwa membuka pintu maaf
Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di Hari fitri
SMS ini hadir pengganti diri
Ulurkan tangan silaturahmi
Selamat Idul Fitri...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Hidup ini terasa indah jika ada maaf
Taqabalallahu Minna Waminkum…
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Bila kata merangkai dusta
Bila langkah membekas lara
Bila hati penuh prasangka
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka
Mohon bukakan pintu maaf
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Sumber : Adzkia.com

selamat datang peserta didik baru 
tahun 2012-2013

ADAB ADAB MAKAN

ADAB ADAB MAKAN
1. Cuci tangan dulu
2. Baca basmalah
3. Makanan harus halal
4. Gak boleh makan dan dan minum
pakai peralatan yang terbuat dari
emas dan perak
5. Gak boleh buat orang mrasa jijik
6. Mulai dari yang terdekat
7. Jangan berlebih lebihan
8. Gak boleh keluain nafas ke gelas kalo lagi minum
9. Gak boleh ditiup kalo masih panas
10. Kalo minum kejatuhan lalat dicelupin aja terus diminum
11. Kumur kumur kalo habis minum
12. Doa setelah makan al hamdulillahilazi atamani hadatoam
warozakani min goiri haulim mini wala kuah .

Adab-Adab Makan Rasulullah SAW


Rasulullah SAW adalah suri tauladan umat dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hal kesehatan, ajaran-ajaran beliau sudah banyak dibuktikan oleh penelitian-penelitian modern akan kebenaran manfaatnya yang besar. Salah satu ajaran beliau adalah adab-adab makan yang membawa kesehatan dan keberkahan sepanjang zaman.
Diantara adab-adab makan yang Rasulullah SAW ajarkan adalah :
1. Tidak mencela makanan yang tidak disukai.
Abu Hurairah ra. berkata : “Rasulullah SAW tidak pernah sedikit pun mencela makanan. Bila beliau berselera, beliau memakannya. Dan jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari Muslim)
Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada keluarganya (istrinya) tentang lauk pauk. Mereka menjawab : “Kami hanya punya cuka”. Lalu beliau memintanya dan makan dengannya, seraya bersabda : “Sebaik-baik lauk pauk ialah cuka (al-khall), sebaik-baik lauk pauk adalah (yang mengandung) cuka.” (HR. Muslim)
Penelitian Dr. Masaru Emoto dari Jepang dalam bukunya ’The True Power of Water’ menemukan bahwa unsur air ternyata hidup. Air mampu merespon stimulus dari manusia berupa lisan maupun tulisan. Ketika diucapkan kalimat yang baik atau ditempelkan tulisan dengan kalimat positif, maka air tersebut akan membentuk struktur kristal yang indah dan bisa memiliki daya sembuh untuk berbagai penyakit. Sebaliknya, jika diucapkan maupun ditempelkan kalimat umpatan, celaan atau kalimat negatif lainnya, maka air tersebut akan membentuk struktur kristal yang jelek dan bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan.
2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih/lemak (karena tidak dicuci) dan ketika bangun pagi ia menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
3. Membaca Basmalah dan Hamdalah.
Rasulullah SAW bersabda : “Jika seseorang di antara kamu hendak makan, maka sebutlah nama Allah SWT. Dan jika ia lupa menyebut nama-Nya pada awalnya, maka bacalah, ’Bismillahi awwalahu wa akhirahu’ (Dengan menyebut nama Allah SWT pada awalnya dan pada akhirnya).” (HR. Abu Dawud)
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW tersenyum, beliau menjelaskan ketika seorang Muslim tidak membaca Basmalah sebelum makan, maka syaitan akan ikut makan dengannya. Namun, ketika Muslim tersebut teringat dan menyebut nama Allah SWT, maka syaitan pun langsung memuntahkan makanan yang sudah dimakannya.
Rasulullah SAW juga bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT meridhai seorang hamba yang ketika makan suatu makanan lalu dia mengucapkan Alhamdulillah. Dan apabila dia minum suatu minuman maka dia pun mengucapkan Alhamdulillah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)
4. Makan menggunakan tangan kanan.
Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan jika ia minum maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Sebab syaitan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)
Kedua tangan manusia mengeluarkan tiga macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan lebih banyak daripada tangan kiri. Enzim tersebut sangat membantu dalam proses pencernaan makanan.
5. Tidak bersandar ketika makan.
Rasulullah SAW bersabda : “Aku tidak makan dengan posisi bersandar (muttaki-an).” (HR. Bukhari)
“Muttaki-an” ada yang menafsirkan duduk bersilang kaki dan ada pula yang menafsirkan bersandar kepada sesuatu, baik itu bersandar di atas salah satu tangan atau bersandar pada bantal. Ada pula yang menafsirkan bersandar pada sisi badan.
Rasulullah SAW jika makan, tidak makan dengan menggunakan alas duduk seperti bantal duduk sebagaimana orang-orang yang ingin makan banyak dengan menu makanan yang variatif. Rasulullah SAW menjadikan makannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Karenanya beliau duduk tanpa alas dan mengambil makanan secukupnya.
6. Memakan makanan yang terdekat dahulu.
Umar bin Abi Salamah ra. bercerita : “Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah SAW dan kedua tanganku seringkali mengacak-acak piring-piring. Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ’Nak, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan baik yang terdekat.” (HR. Bukhari)
7. Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Dari Mikdam bin Ma’dikarib ra. menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
8. Menjilat tangan ketika makan tanpa sendok atau garpu.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim)
Dalam hadits riwayat Imam Muslim pula, Ka’ab bin Malik ra. memberikan kesaksian bahwa ia pernah melihat Rasulullah SAW makan dengan menggunakan tiga jarinya dan beliau menjilatinya selesai makan.
Penemuan kesehatan modern menunjukkan bahwa ketika kita makan dengan jari dan menjilati jari untuk membersihkannya, maka jari tersebut mengeluarkan enzim yang sangat membantu bagi kelancaran pencernaan.
9. Membuang kotoran dari makanan yang terjatuh lalu memakannya.
Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa Rasulullah SAW sering makan dengan menjilati ketiga jarinya (Ibu jari, telunjuk dan jari tengah), seraya bersabda : “Apabila ada makananmu yang terjatuh, maka buanglah kotorannya dan hendaklah ia memakannya serta tidak membiarkannya untuk syaitan.” Dan beliau juga memerintahkan kami untuk menjilati piring seraya bersabda : “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui pada makanan yang mana adanya berkah itu.” (HR. Muslim)
Islam melarang hal-hal yang mubazir, termasuk dalam hal makanan. Seringkali kita menyaksikan orang yang mengambil makanan berlebihan sehingga tidak habis dimakan. Makanan yang mubazir itu akhirnya dibiarkan untuk syaitan, padahal bisa jadi sebenarnya pada makanan tersebut terdapat keberkahan. Oleh karena itu, ketika mengambil makanan harus berdasarkan perhitungan bahwa makanan tersebut akan habis dimakan.
10. Makan dan minum sambil duduk.
Rasulullah SAW suatu ketika melarang seorang lelaki minum sambil berdiri. Berkata Qatadah : “Bagaimana dengan makan?” Rasul menjawab : “Itu lebih buruk lagi.” (HR. Muslim)
11. Tidak bernafas ketika minum dan menjauhkan mulut dari tempat minum ketika bernafas.
Dari Abu Al-Mutsni Al-Jahni ra berkata, aku pernah berada di rumah Marwan bin Hakam, tiba-tiba datang kepadanya Abu Sa’id ra. Marwan berkata kepadanya : “Apakah engkau pernah mendengar Rasulullah SAW melarang bernafas di tempat minum?”. Abu Sa’id menjawab : “Ya. Ada seseorang pernah berkata kepada Rasulullah SAW, ”Aku tidak kenyang dengan air hanya satu kali nafas.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkanlah tempat air (gelas) dari mulutmu, lalu bernafaslah!” Orang itu berkata lagi, “Sesungguhnya aku melihat ada kotoran pada tempat minum itu”. Lalu Rasulullah SAW bersabda, ”Kalau begitu, tumpahkanlah! (HR. Abu Dawud)
Dan juga dari Ibnu Abbas ra. berkata : “Rasulullah SAW telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah SAW melarang bernafas ketika minum. Apabila minum sambil bernafas, tubuh kita mengeluarkan CO2 (Karbondioksida), apabila bercampur dengan H2O (Air) dapat menjadi H2CO3 (Cuka) sehingga menyebabkan minuman menjadi acidic (Asam). Hal ini dapat terjadi juga ketika meniup air panas. Makanan dan minuman panas sebaiknya tidak didinginkan dengan ditiup, tapi cukup dikipas.
12. Tidak berprasangka buruk jika makan ditemani orang yang berpenyakit.
Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW pernah memegang tangan orang yang majdzum (kusta), beliau meletakkan tangannya pada piring makan seraya bersabda : “Makanlah, yakinlah kepada Allah SWT dan bertawakkallah.” (HR. Abu Dawud)
13. Tidak duduk pada meja yang dihidangkan makanan haram.
Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia tidak duduk pada meja makan yang padanya diedarkan minuman khamr.” (HR. Imam Tirmidzi)
14. Mendo’akan yang mengundang makan.
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW pernah datang ke Sa’ad bin Ubadah ra. yang menghidangkan roti dan mentega. Rasulullah SAW memakannya, lalu beliau bersabda : “Telah berbuka di sisimu orang-orang yang berpuasa. Hidanganmu telah dimakan oleh orang-orang shalih (baik) dan malaikat pun mendo’akan kebaikan untukmu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
15. Menutup tempat makan dan minum.
Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Tutuplah tempat makanan dan tempat minuman!” (HR. Bukhari Muslim)
Menutup tempat makan dan minum sangat bermanfaat untuk menghindarkan makanan dari polusi udara, kotoran atau zat-zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam makanan atau minuman yang tidak titutupi.

coba



Bentrokan Islam-Kristen di Nigeria Menewaskan 200 Orang
Senin, 08/03/2010 13:31 WIB | email | print | share

Menurut saksi mati, lebih dari dua ratus orang tewas dalam bentrokan yang terjadi pada hari Ahad kemarin (7/8) antara penduduk muslim dan Kristen dekat kota Jos, di pusat Nigeria.

Kantor berita "Associated Press" mengutip pernyataan para saksi yang mengatakan: "Korban yang tewas akibat bentrokan itu lebih dari dua ratus orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak."

Penduduk dari desa Doug Nahawa sebelah selatan kota Jos mengatakan: "Penduduk etnis Kristen yang tinggal di sekitar perbukitan mulai menyerang di pagi buta dan melakukan tembakan ke udara sebelum akhirnya mereka berduyun-duyun keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam."

Saksi mata yang sempat mengunjungi desa tersebut menyatakan bahwa ada hampir seratus mayat ditumpuk di tempat terbuka. Direktur rumah sakit Plateau kepada wartawan di Jos mengatakan bahwa 18 mayat yang dibawa dari desa sebagai besar tewas terpanggang. Mayat-mayat tersebut telah kami pindahkan ke rumah sakit lain."

Bentrokan berdarah di kota Jos telah terjadi sejak dua bulan yang lalu, yang menyebabkan korban ratusan orang tewas, yang sebagian besar umat Islam. Aparat keamanan sempat memberlakukan jam malam dan penjagaan ketat oleh militer.

Bentrokan sektarian telah berlangsung selama empat hari pada bulan Januari lalu antara massa Kristen yang menggunakan senapan, pisau dan parang dengan umat Islam, yang menewaskan ratusan orang di Jos, ibukota "Plateau", yang terletak di persimpangan antara Muslim Nigeria utara dan selatan, yang didominasi oleh penduduk Kristen.(fq/islamtoday)

Oleh: Burhan Sodiq
Add caption

Baru-baru ini lantang terdengar usulan untuk melarang buku-buku tulisan Sayyid Qutb. Alasannya, buku-buku inilah yang menyuburkan ideologi 'terorisme' di Indonesia. Oleh karenanya, menghentikan cetakannya, distribusinya dan melarangnya adalah sebuah solusi yang dianggap sangat efektif untuk mematikan ideology 'teror'.

Satu hal yang perlu kita bertanya, apa yang dimaksud dengan ideology terror itu? Apakah ayat dan hadits yang diuraikan oleh ulama mujahid termasuk ideology terror? Kalau memang seperti itu apakah kemudian mereka tega menuduh ayat dan hadist dari Nabi adalah ayat-ayat terror dan hadist terror? Bukankah ini nanti akan mengarah kepada pembunuhan karakter seorang ulama yang mengabdikan dirinya untuk Islam? Dan pada akhirnya berujung kepada tuduhan kepada Nabi kita yang mulia Muhammad SAW, karena ulama adalah pewaris Nabi.

Nampaknya istilah idiologi terror perlu dijelaskan ulang. Karena kalau ini hanya tuduhan tanpa dalil dan hanya dilandasi oleh semangat kebencian pada salah satu kelompok umat islam oleh kelompok umat islam yang lain, maka ini merupakan upaya yang kontraproduktif. Politik adu domba telah mulai disematkan, saling mengadu antar kelompok, dengan isu yang sama terorisme. Sampai sekarang semuanya masih gelap, tak ada pembuktian di depan pengadilan, tapi eksekusi mati telah dilaksanakan. Maka tak urung, fenomena terorisme ini bak bola liar yang menggelinding kemana saja tergantung siapa yang menendangnya. Dan lagi-lagi umat Islam harus menanggung tuduhan atas ini semua.

Ironisnya peristiwa ini bukan malah membuat umat ini maju dan bersatu menghadapinya. Justru ada upaya pemecah belahan, upaya tuduhan sepihak dan vonis tidak sopan dengan menggunakan lidah dan tangan orang yang selama ini memang memiliki masalah dengan saudaranya sendiri. Bukankah upaya ini justru malah menyuburkan kebencian, karena ternyata pola penangannya cenderung destruktif, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Mereka tidak hanya menghabisi dari sisi nyawa, tetapi juga dari sisi nama baik, karakter dan pembunuhan citra.

Bidikan ini jelas beralasan. Indonesia yang mayoritas berpenduduk Muslim adalah ancaman terbesar bagi stabilitas peradaban dunia. Berbilangnya ormas yang maju, pendidikan islam yang luar biasa digemari masyarakat, dan animo luar biasa anak muda terhadap perjuangan Islam dan anti-Barat tentu saja mengkhawatirkan pihak-pihak yang tidak suka dengan Islam. Munculnya cendekiawan dan kaum intelektual yang belajar dengan sungguh-sungguh di negeri-negeri kaum muslimin, dan pulang dengan semangat membangun islam yang murni juga bukan berita gembira bagi musuh-musuh islam. Tetapi itu semua tidak lagi bisa dilawan dengan pedang, mortar, atau mesiu ledakan. Tetapi dihabisi dengan skenario besar, sandiwara dan operasi intelejen yang mengagumkan. Persis seperti adegan film thriller Hollywood yang penuh intrik dan konspirasi. Bidikannya hanya satu, melemahkan islam dari segala lini yang dia miliki.

Bila bola tuduhan ideology terror ini tidak segera diluruskan, maka ia tetap saja akan menuduh dan memakan banyak korban. Distorsi opini, penyesatan informasi, bila dilakukan oleh orang pintar dan konon bergelar ulama akan lebih berbahaya dampaknya, daripada dilakukan oleh orang yang bodoh terhadap agamanya.

Apa Salah Buku?

Islam adalah agama yang memiliki tradisi menulis dan membaca yang sangat bagus. Tidaklah mengherankan jikalau para ulama terdahulu mewariskan ilmunya melalui tulisan dan kitab yang bisa dibaca di jaman-jaman setelahnya. Buku-buku itu adalah buah karya pikiran mereka, dari pengkajian yang mendalam, usaha yang tak kenal lelah dan proses yang panjang. Tentu saja di sana penuh dengan kebaikan, kebenaran dan sebuah usaha untuk menjelaskan problematika keummatan dengan bahasa yang gamblang. Namun, karya itu juga bukan sebuah karya sempurna. Kalau lah ada kesalahan sedikit hal itu wajar-wajar saja. Tugas kita sebagai penerusnya adalah meluruskan kesalahan itu bila mampu. Bukan malah dengan membakar dan menghilangkan buku-buku tersebut.

Karena buah pikiran tidak bisa dibendung. Pikiran selalu akan berproses, karena dengan begitu ia hidup. Siapa yang bisa membunuh pikiran orang, menghentikan dia berpikir dan melarangnya berpikir? Tidak ada. Buku pun tidak bisa dilarang, karena ternyata larangan terhadap buku justru memunculkan sebuah rasa penasaran yang hebat. Bukannya malah sepi pembaca, justru buku itu best seller dengan caranya sendiri. Jadi, ideology terror dari buku seperti apa yang kalian maksudkan?

Akar masalah terror adalah perlawanan. Perlawanan terhadap penindasan. Karena umat islam dikenal dengan umat yang memiliki izzah di dunia untuk meraih keberuntungan di akhirat. Di bumi mana saja, umat islam tidak pernah mau dijajah. Maka perlawanan itulah yang kemudian terjadi. Mereka melawan dengan apa yang bisa mereka lawan. Jadi selama ada penindasan di atas muka bumi ini, maka perlawanan itu akan selalu ada, dan tidak akan bisa mati. Namun sayangnya usaha tulus perlawanan ini kemungkinan diboncengi musuh Islam untuk melakukan pencitraan buruk dan agenda ghazwul fikr di kalangan umat Islam.

Sudah saatnya umat Islam menyadari ancaman 'boncengan' ini. Bersatu tegakkan barisan, bukan malah saling tuduh dan mencaci maki antar saudaranya sendiri. Selain itu memalukan, juga hanya akan menghinakan pelakunya sendiri. Tak dapat apa-apa, ditinggalkan teman dan saudara. Jangan mau termakan isu adu domba, karena semua butuh saling paham.

[muslimdaily.net]